contoh asas kesejahteraan dan keamanan

Seringkalidalam merealisasikan asas ini terjadi ketimpangan satu di atas yang lainnya. Sebagai contoh, realisasi kondisi kesejahteraan bisa dicapai dengan lebih memprioritaskan pada kesejahteraan melalui contoh kegiatan memajukan kesejahteraan umum, sementara keamanan menjadi terabaikan. Atau sebaliknya, memprioritaskan keamanan membuat realisasi kesejahteraan menjadi terabaikan. Hal ini tidak boleh terjadi. Baik kesejahteraan maupun keamanan harus selalu direalisasikan secara berdampingan 1 Asas Kesejahteraan dan Keamanan. 2. Asas Komprehensif Integral atau Menyeluruh Terpadu. 3. Asas Mawas ke Dalam dan Mawas ke Luar. 4. Asas Kekeluargaan. Ketahanan nasional adalah kemampuan dan ketangguhan dari sebuah negara dalam melangsungkan kehidupan bangsa dan negaranya. Untukmengolah atau memanfaatkan sumber daya alam yang terdapat di Indonesia harus menggunakan asas maksimal, asas lestari, dan asas berdaya saing. Yang dimaksud dengan asas lestari adalah Hasil sumber daya alam harus mampu bersaing dengan sumber daya alam dari negara lain; Pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam harus mengutamakan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat; Hasil sumber daya alam harus memakmurkan atau menyejahterahkan kehidupan masyarakat sekitar Contohasas kesejahteraan MA. Mike A. 05 Februari 2022 22:55. Pertanyaan. Contoh asas kesejahteraan. 2. 0. Belum ada jawaban 🤔 Ayo, jadi yang pertama menjawab pertanyaan ini! Ingin kirim pertanyaan? Yuk, tanyakan soalmu dan dapatkan jawaban dari teman-teman forum. Tanya Sekarang. Site De Rencontre Pour Passionné D Animaux. Tujuan Kesejahteraan Gereja Tujuan kesejahteraan Gereja adalah untuk membantu para anggota menjadi mandiri, untuk mengurus yang miskin dan yang membutuhkan, serta untuk memberikan pelayanan. Pada tahun 1936 Presidensi Utama memperkenalkan rencana kesejahteraan bagi Gereja. Mereka mengatakan “Tujuan utama kita adalah menetapkan … suatu sistem yang melaluinya kutukan kemalasan akan disingkirkan, dampak negatif menerima uang sedekah dihilangkan, dan kemandirian, kerajinan, hemat serta harga diri sekali lagi ditegakkan di antara umat kita. Tujuan Gereja adalah untuk menolong umat ini agar menolong diri mereka sendiri. Bekerja harus ditegakkan kembali sebagai asas yang mengatur kehidupan para anggota Gereja kita” dalam Conference Report, Oktober 1936, 3. Kemandirian Kemandirian adalah kemampuan, komitmen, dan upaya untuk menyediakan kebutuhan rohani dan duniawi bagi diri kita sendiri dan keluarga kita. Sewaktu para anggota menjadi mandiri, mereka akan lebih mampu untuk melayani dan peduli terhadap orang lain. Para anggota Gereja bertanggung jawab atas kesejahteraan rohani dan jasmani mereka sendiri. Diberkati dengan karunia hak pilihan, mereka memiliki hak istimewa dan kewajiban untuk menentukan jalan mereka sendiri, memecahkan masalah mereka sendiri, dan berusaha untuk menjadi mandiri. Para anggota melakukan ini di bawah ilham Tuhan dan dengan kerja tangan mereka sendiri. Ketika para anggota Gereja melakukan segalanya semampu mereka untuk menyediakan kebutuhan bagi diri mereka sendiri tetapi tidak dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar mereka, pada umumnya mereka hendaknya terlebih dahulu berpaling kepada keluarga mereka untuk mendapatkan pertolongan. Ketika ini tidak cukup atau tidak memungkinkan, Gereja siap untuk membantu. Beberapa bidang di mana para anggota hendaknya menjadi mandiri diuraikan dalam alinea berikut. Kesehatan Tuhan telah memerintahkan para anggota untuk memelihara pikiran dan tubuh mereka. Mereka hendaknya mematuhi Firman Kebijaksanaan, makan makanan bergizi, berolahraga secara teratur, mengendalikan berat badan mereka, dan tidur yang cukup. Mereka hendaknya menghindari zat atau praktik yang merusak tubuh atau pikiran dan yang dapat menuntun pada ketagihan. Mereka hendaknya mempraktikkan sanitasi dan kesehatan pribadi yang baik serta mendapatkan perawatan medis dan gigi yang memadai. Mereka hendaknya juga berusaha untuk mempererat hubungan yang baik dengan para anggota keluarga dan orang lain. Pendidikan Pendidikan memberikan pemahaman dan keterampilan yang dapat menolong orang mengembangkan kemandirian. Para anggota Gereja hendaknya menelaah tulisan suci dan buku-buku yang baik lainnya. Mereka hendaknya meningkatkan kemampuan membaca, menulis, dan mengerjakan matematika dasar. Mereka hendaknya mendapatkan pendidikan sebanyak yang mereka bisa, termasuk sekolah formal atau teknik jika memungkinkan. Ini akan menolong mereka mengembangkan talenta mereka, menemukan pekerjaan yang sesuai, dan memberikan kontribusi berharga bagi keluarga mereka, Gereja, dan masyarakat. Ketenagakerjaan Bekerja adalah landasan kemandirian dan kesejahteraan jasmani. Para anggota hendaknya mempersiapkan diri dan dengan hati-hati memilih pekerjaan atau kewirausahaan yang sesuai yang akan menyediakan kebutuhan bagi diri mereka sendiri dan keluarga mereka. Mereka hendaknya menjadi terampil di tempat kerja mereka, tekun dan dapat dipercaya, serta memberikan hasil kerja yang jujur untuk bayaran dan manfaat yang mereka terima. Penyimpanan di Rumah Untuk menolong mengurus diri mereka dan keluarga mereka, para anggota hendaknya menyiapkan persediaan makanan selama tiga bulan yang merupakan bagian dari makanan normal mereka. Di mana hukum dan keadaan setempat mengizinkan, mereka hendaknya secara bertahap menyiapkan persediaan makanan dasar untuk jangka panjang yang akan menopang hidup. Mereka juga hendaknya menyimpan air minum sebagai antisipasi persediaan air menjadi tercemar atau terganggu. Lihat All Is Safely Gathered In Family Home Storage, 3. Keuangan Untuk mandiri secara keuangan, para anggota hendaknya membayar persepuluhan dan persembahan, menghindari utang yang tidak perlu, menggunakan anggaran, dan hidup dalam suatu perencanaan. Mereka hendaknya secara bertahap meningkatkan cadangan keuangan dengan secara teratur menabung sebagian dari pendapatan mereka. Lihat All Is Safely Gathered In Family Finances, 3. Kekuatan Rohani Kekuatan rohani adalah penting bagi kesejahteraan jasmani dan kekal seseorang. Para anggota Gereja tumbuh dalam kekuatan rohani sewaktu mereka mengembangkan kesaksian mereka, menjalankan iman kepada Bapa Surgawi dan Yesus Kristus, mematuhi perintah-perintah Allah, berdoa setiap hari, menelaah tulisan suci dan ajaran-ajaran para nabi zaman akhir, menghadiri pertemuan-pertemuan Gereja, serta melayani dalam pemanggilan dan penugasan Gereja. Upaya Anggota untuk Mengurus yang Miskin dan Membutuhkan serta Memberikan Pelayanan Melalui Gereja-Nya, Tuhan telah menyediakan suatu cara untuk mengurus yang miskin dan yang membutuhkan. Dia telah meminta para anggota Gereja untuk memberi dengan murah hati menurut apa yang telah mereka terima dari-Nya. Dia juga telah meminta umat-Nya untuk “mengunjungi yang miskin dan yang membutuhkan dan melayani demi pertolongan mereka” A&P 446. Para anggota Gereja diimbau untuk memberikan pelayanan pribadi dengan penuh belas kasihan kepada mereka yang membutuhkan. Mereka hendaknya “bersemangat terlibat dalam perkara yang baik,” melayani tanpa diminta atau ditugasi lihat A&P 5826–27. Tuhan telah menetapkan hukum puasa dan persembahan puasa untuk memberkati umat-Nya serta menyediakan cara bagi mereka untuk melayani mereka yang membutuhkan lihat Yesaya 586–12; Maleakhi 38–12. Ketika para anggota berpuasa, mereka diminta untuk memberikan persembahan puasa kepada Gereja setidaknya setara dengan harga makanan yang akan mereka makan. Jika memungkinkan, mereka hendaknya bermurah hati dan memberikan lebih banyak. Berkat-berkat yang berhubungan dengan hukum puasa mencakup kedekatan dengan Tuhan, kekuatan rohani yang meningkat, kesejahteraan jasmani, rasa belas kasihan yang lebih besar, dan keinginan yang kuat untuk melayani. Beberapa kesempatan untuk mengurus mereka yang membutuhkan datang melalui pemanggilan Gereja. Kesempatan lain terdapat di rumah para anggota, lingkungan sekitar, dan masyarakat, seperti yang dikoordinasikan oleh JustServe di Amerika Serikat dan Kanada, lihat Para anggota juga dapat membantu yang miskin dan yang membutuhkan dari semua agama di seluruh dunia dengan mendukung usaha kemanusiaan Gereja, dengan berpartisipasi dalam tanggap bencana melalui Mormon Helping Hands jika ada, dan melalui usaha individu untuk melayani orang lain yang membutuhkan. Menyediakan dengan cara Tuhan merendahkan yang kaya, meninggikan yang miskin, dan menguduskan keduanya lihat A&P 10415–18. Presiden J. Reuben Clark Jr. mengajarkan “Tujuan jangka panjang sesungguhnya dari Rencana Kesejahteraan adalah pembentukan karakter para anggota Gereja, pemberi maupun penerima, dengan menyelamatkan semua yang terbaik jauh di dalam diri mereka, dan membawanya berkembang dan membuahkan kekayaan roh yang terpendam, yang setelah semuanya itu merupakan misi dan tujuan serta alasan bagi keberadaan Gereja ini” dalam pertemuan khusus para presiden pasak, 2 Oktober 1936. Gudang Penyimpanan Tuhan Di sejumlah lokasi Gereja telah mendirikan gedung-gedung yang disebut gudang penyimpanan uskup. Ketika para anggota menerima izin dari uskup mereka, mereka dapat pergi ke gudang penyimpanan uskup untuk memperoleh makanan dan pakaian. Tetapi gudang penyimpanan Tuhan tidak terbatas pada gedung yang digunakan untuk mendistribusikan makanan dan pakaian kepada yang miskin. Itu juga mencakup persembahan waktu, talenta, rasa belas kasihan, materi, dan sarana keuangan dari para anggota Gereja yang diberikan kepada uskup untuk menolong mengurus yang miskin dan yang membutuhkan. Gudang penyimpanan Tuhan, oleh karenanya, terdapat di setiap lingkungan. Persembahan ini adalah “untuk dilemparkan ke dalam gudang penyimpanan Tuhan, … setiap orang mengupayakan kepentingan sesamanya dan melakukan segala sesuatu dengan suatu pandangan tunggal pada kemuliaan Allah” A&P 8218–19. Uskup adalah agen gudang penyimpanan Tuhan. Kepemimpinan Kesejahteraan di Lingkungan Uskup Uskup mengarahkan pekerjaan kesejahteraan di lingkungan. Uskup memiliki mandat ilahi untuk mencari dan mengurus yang miskin lihat A&P 84112. Tujuan-Nya adalah untuk membantu diri mereka sendiri dan menjadi mandiri. Para penasihat uskup, presiden Lembaga Pertolongan, pemimpin kelompok imam tinggi, presiden kuorum penatua, dan anggota lain dari dewan lingkungan membantu uskup dalam memenuhi tanggung jawab ini. Uskup memelihara kerahasiaan tentang bantuan kesejahteraan yang diterima para anggota. Dia dengan saksama melindungi privasi dan martabat para anggota yang menerima bantuan. Saat dia merasa bahwa para pemimpin lingkungan lainnya dapat menolong para anggota yang dalam kebutuhan, dia dapat berbagi informasi menurut petunjuk dalam Informasi lebih banyak tentang tanggung jawab kesejahteraan uskup, termasuk petunjuk untuk mengelola bantuan dari dana persembahan puasa, disediakan dalam Buku Pegangan 1, Dewan Lingkungan Dalam pertemuan dewan lingkungan, uskup mengajarkan asas-asas kesejahteraan dan memberikan petunjuk kepada para anggota dewan mengenai tanggung jawab kesejahteraan mereka. Para anggota dewan mempertimbangkan hal-hal kesejahteraan rohani dan jasmani sebagai berikut Mereka berembuk bersama tentang cara-cara menolong para anggota lingkungan memahami dan mengikuti asas-asas kesejahteraan. Mereka melaporkan mengenai kebutuhan kesejahteraan rohani dan jasmani di lingkungan, mengambil informasi dari kunjungan pribadi serta laporan dari pengajaran ke rumah dan pengajaran berkunjung. Saat informasi mungkin terlalu rahasia untuk dibagikan kepada seluruh dewan lingkungan, para pemimpin berbicara secara pribadi dengan uskup atau dalam pertemuan komite pelaksana imamat lihat Mereka merencanakan cara-cara untuk menolong para anggota lingkungan tertentu memenuhi kebutuhan rohani dan jasmani, termasuk kebutuhan jangka panjang. Mereka memutuskan cara membantu para anggota penyandang disabilitas atau yang memiliki kebutuhan khusus lainnya. Mereka menjaga kerahasiaan pembahasan ini lihat Mereka mengoordinasikan upaya-upaya untuk memastikan bahwa para anggota yang menerima bantuan Gereja memiliki kesempatan bekerja atau memberikan pelayanan. Mereka menyusun dan membuat daftar kesempatan kerja yang bermakna. Jika operasi kesejahteraan Gereja ada di daerah itu, operasi ini dapat menyediakan kesempatan kerja dan pelatihan bagi orang-orang yang membutuhkan bantuan Gereja. Mereka menyusun dan membuat daftar para anggota lingkungan yang keterampilannya mungkin berguna dalam menanggapi kebutuhan jangka pendek, jangka panjang, atau yang disebabkan bencana. Mereka mengembangkan dan memiliki rencana tertulis sederhana bagi lingkungan untuk menanggapi keadaan darurat lihat Buku Pegangan 1, Mereka mengoordinasikan rencana ini dengan rencana-rencana serupa di pasak dan masyarakat. Komite Pelaksana Imamat Lingkungan Sewaktu diperlukan, komite pelaksana imamat lingkungan membahas hal-hal kesejahteraan yang rahasia. Uskup dapat mengundang presiden Lembaga Pertolongan untuk menghadiri pembahasan ini. Kelompok Imam Tinggi, Kuorum Penatua, dan Lembaga Pertolongan Kesejahteraan adalah inti dari pekerjaan kelompok imam tinggi, kuorum penatua, dan Lembaga Pertolongan. Dalam pertemuan kepemimpinan kelompok imam tinggi, presidensi kuorum penatua, dan presidensi Lembaga Pertolongan, para pemimpin merencanakan cara-cara untuk mengajarkan asas-asas kemandirian dan pelayanan serta membahas kebutuhan kesejahteraan. Di bawah arahan uskup, para pemimpin ini menolong para anggota menjadi mandiri serta menemukan solusi atas hal-hal kesejahteraan jangka pendek dan jangka panjang. Kebutuhan Kesejahteraan Jangka Pendek Sewaktu uskup menyediakan bantuan jangka pendek, dia boleh memberikan penugasan kepada para pemimpin Imamat Melkisedek atau Lembaga Pertolongan. Uskup biasanya menugasi presiden Lembaga Pertolongan untuk mengunjungi para anggota yang memerlukan bantuan jangka pendek. Dia menolong menaksir kebutuhan mereka dan menyarankan kepada uskup bantuan apa yang disediakan. Uskup bisa meminta dia untuk mempersiapkan formulir Pesanan Uskup untuk Komoditas untuk dia setujui dan tandatangani. Peran presiden Lembaga Pertolongan dalam melakukan kunjungan menaksir kebutuhan keluarga ini dijelaskan lebih lengkap dalam Untuk informasi mengenai tanggung jawab kesejahteraan jangka pendek lainnya yang berlaku secara khusus untuk presiden Lembaga Pertolongan dan para penasihatnya, lihat dan Kebutuhan Kesejahteraan Jangka Panjang Banyak persoalan jangka pendek disebabkan kesulitan jangka panjang seperti kesehatan yang kurang baik, kurangnya keterampilan, tak memadainya pendidikan atau pekerjaan, kebiasaan gaya hidup, dan tantangan-tantangan emosional. Para pemimpin Imamat Melkisedek dan Lembaga Pertolongan memiliki tanggung jawab khusus untuk menolong para anggota menangani hal-hal ini. Gol mereka adalah menangani masalah-masalah jangka panjang yang menuntun pada perubahan yang langgeng. Sewaktu para pemimpin Imamat Melkisedek dan Lembaga Pertolongan mengetahui kebutuhan jangka panjang, mereka menanggapi dengan rasa belas kasih untuk menolong individu dan keluarga. Mereka menggunakan sumber-sumber yang tersedia dalam organisasi mereka dan di lingkungan. Mereka berdoa untuk memperoleh bimbingan agar mengetahui cara untuk menyediakan bantuan. Untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai cara menolong, para pemimpin Imamat Melkisedek dan Lembaga Pertolongan biasanya mengunjungi para anggota yang memiliki kebutuhan kesejahteraan. Mereka dapat menggunakan formulir Analisis Kebutuhan dan Sumber atau dengan cara lain mengikuti asas-asasnya untuk menolong para anggota merencanakan cara-cara menanggapi kebutuhan kesejahteraan. Sewaktu para pemimpin menolong para anggota menanggapi kebutuhan jangka panjang, mereka berembuk dengan uskup. Dalam beberapa kasus, para pemimpin Imamat Melkisedek dan Lembaga Pertolongan bekerja bersama. Melaporkan kepada Uskup dan Mengupayakan Arahannya yang Berkelanjutan Para pemimpin kelompok imam tinggi, presiden kuorum penatua, dan presiden Lembaga Pertolongan secara teratur melaporkan kepada uskup mengenai tindakan-tindakan yang mereka dan organisasi mereka ambil untuk menangani kebutuhan kesejahteraan jangka pendek dan jangka panjang di lingkungan. Mereka mengupayakan arahan uskup yang berkelanjutan mengenai upaya kesejahteraan mereka. Jika individu dan keluarga memiliki persoalan jangka pendek yang tidak dapat mereka atasi sendiri dan di mana para pemimpin Imamat Melkisedek dan Lembaga Pertolongan tidak dapat mengatasinya, para pemimpin memberi tahu uskup dengan segera. Jika para pemimpin Imamat Melkisedek dan Lembaga Pertolongan mengetahui bahwa kemungkinan ada masalah dengan kelayakan atau masalah-masalah keluarga yang sensitif, mereka merujuk para anggota itu kepada uskup. Pengajar ke Rumah dan Pengajar Berkunjung Bantuan kesejahteraan rohani dan jasmani sering kali dimulai oleh para pengajar ke rumah dan pengajar berkunjung. Dengan semangat kebaikan hati dan persahabatan yang mencakup lebih dari sekadar kunjungan bulanan, para pengajar ke rumah dan pengajar berkunjung menolong individu dan keluarga yang sedang dalam kebutuhan. Mereka melaporkan kebutuhan orang-orang yang mereka layani kepada para pemimpin imamat atau pemimpin Lembaga Pertolongan. Mengupayakan Pelayanan dari Anggota Kuorum dan Lembaga Pertolongan serta Orang Lain Para pemimpin Imamat Melkisedek dan Lembaga Pertolongan dapat mengupayakan pelayanan para anggota yang keterampilan atau pengalamannya dapat menolong mereka yang sedang dalam keadaan butuh. Para anggota dapat memberikan pelayanan jangka pendek seperti menyediakan makanan atau perawatan anak atau berbagi informasi tentang pekerjaan yang tersedia. Para anggota juga bisa menyediakan bimbingan untuk menolong kebutuhan kesejahteraan jangka panjang, seperti kesehatan, sanitasi, gizi, mempersiapkan karier, menemukan kesempatan untuk pendidikan, memulai bisnis kecil, atau mengelola keuangan keluarga. Setelah para pemimpin meminta orang lain untuk memberikan bantuan, mereka tetap berhubungan dengan individu atau keluarga yang membutuhkan untuk memberikan dorongan dan menolong dengan cara-cara lain sewaktu diperlukan. Para pemimpin dapat membantu uskup saat dia merujuk para anggota pada operasi kesejahteraan Gereja seperti gudang penyimpanan uskup, pusat sumber ketenagakerjaan Gereja, Deseret Industries, dan LDS Family Services [Layanan Keluarga OSZA]. Para pemimpin juga bisa menolong para anggota menerima bantuan melalui badan-badan masyarakat dan pemerintah. Spesialis Kesejahteraan Lingkungan Spesialis kesejahteraan melayani sebagai sumber untuk menolong keuskupan dan menolong para pemimpin Imamat Melkisedek dan Lembaga Pertolongan melaksanakan tugas-tugas kesejahteraan mereka. Keuskupan dapat memanggil seorang spesialis ketenagakerjaan untuk menolong para anggota mempersiapkan diri bagi dan menemukan pekerjaan yang sesuai. Keuskupan juga dapat memanggil spesialis kesejahteraan lainnya untuk menolong para anggota dengan kebutuhan seperti pendidikan, pelatihan, nutrisi, sanitasi, penyimpanan rumah tangga, perawatan kesehatan, keuangan keluarga, dan Dana-tetap Pendidikan. Kepemimpinan Kesejahteraan di Pasak Presiden Pasak Presiden pasak mengawasi pekerjaan kesejahteraan di pasak. Informasi lebih banyak mengenai tanggung jawab kesejahteraannya tersedia dalam Buku Pegangan 1, Dewan Pasak Dalam pertemuan dewan pasak, para pemimpin mempertimbangkan hal-hal kesejahteraan rohani dan jasmani sebagai berikut Mereka mengidentifikasi urusan-urusan kesejahteraan di pasak dan mencari cara-cara untuk menangani urusan-urusan itu. Meskipun demikian, mereka tidak memikul tanggung jawab untuk menyelesaikan hal-hal kesejahteraan lingkungan. Mereka merencanakan cara-cara untuk mengajarkan asas-asas kesejahteraan kepada para pemimpin pasak dan lingkungan. Mereka membahas cara-cara untuk membuat para pemimpin lingkungan mengetahui orang-orang di pasak yang dapat melayani sebagai sumber untuk membantu dengan kebutuhan-kebutuhan kesejahteraan. Mereka mengembangkan dan memiliki rencana tertulis sederhana bagi pasak untuk menanggapi keadaan darurat lihat Buku Pegangan 1, Rencana ini hendaknya dikoordinasikan dengan rencana serupa dari pasak-pasak lainnya dalam dewan koordinasi dan dengan rencana di masyarakat. Mereka merencanakan kegiatan-kegiatan kesejahteraan, menjaga untuk tidak memberikan beban yang tidak semestinya kepada para pemimpin lingkungan. Mereka merencanakan cara-cara untuk menanggapi penugasan kesejahteraan pasak. Ketika ditugasi oleh seorang anggota Presidensi Tujuh Puluh atau Presidensi Area, mereka menyediakan kepemimpinan dan dukungan untuk operasi kesejahteraan. Jika seorang uskup telah ditugasi untuk menangani permintaan bantuan untuk orang-orang yang bertempat tinggal tidak tetap atau tunawisma, para anggota dewan pasak menentukan cara untuk menyediakan sumber-sumber pasak yang tersedia bagi uskup itu. Spesialis Kesejahteraan Pasak Seorang anggota presidensi pasak atau seorang anggota dewan tinggi yang ditugasi dapat memanggil spesialis ketenagakerjaan pasak dan spesialis kesejahteraan lainnya. Para spesialis pasak ini melayani sebagai sumber bagi para uskup dan pemimpin lingkungan lainnya. Spesialis ini dapat menolong untuk memenuhi kebutuhan kesejahteraan seperti yang tercantum dalam Kerahasiaan Sewaktu uskup dan para pemimpin lingkungan lainnya mengetahui kebutuhan dan bantuan kesejahteraan para anggota yang telah disediakan, mereka menjaga kerahasiaan informasi itu. Mereka secara hati-hati menjaga privasi dan martabat para anggota yang menerima bantuan. Mereka bertindak dengan hati-hati untuk tidak mempermalukan para anggota yang memerlukan bantuan. Mungkin ada kalanya ketika akan bermanfaat bagi seluruh dewan lingkungan, dan barangkali para anggota lingkungan lainnya, untuk mengetahui tentang kebutuhan kesejahteraan dari individu atau keluarga. Sebagai contoh, ketika seorang anggota menganggur atau sedang mencari pekerjaan yang lebih baik, orang lain mungkin dapat menolong anggota itu menemukan pekerjaan dengan lebih cepat. Dalam kasus seperti itu, uskup dan para pemimpin lain umumnya mengupayakan izin dari para anggota yang membutuhkan untuk berbagi informasi tentang situasi mereka. Saat para pemimpin meminta orang lain untuk menolong, mereka hanya membagikan informasi yang diperlukan untuk memenuhi penugasan. Para pemimpin juga menginstruksikan mereka untuk menjaga kerahasiaan. Wawasan Nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia terhadap diri dan tanah airnya sendiri, sebagai Negara Kepulauan dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara untuk mencapai tujuan nasional dalam berbagai dimensi kehidupan. Pengertian di atas berdasarkan pendapat Sumarsono dalam Tim Kemdikbud, 2017, hlm. 203 yang mengungkapkan bahwa Wawasan Nusantara pada dasarnya ialah cara pandang terhadap bangsa sendiri. Selanjutnya, untuk memastikan kesahihan definisi atau pengertian Wawasan Nusantara, berikut adalah beberapa pengertian Wawasan Nusantara menurut para ahli. Secara terminologi, pengertian Wawasan Nusantara menurut para ahli yang dikumpulkan oleh Tim Kemdikbud 2017, hlm. 205 adalah sebagai berikut. Menurut Prof. Wan Usman, Wawasan Nusantara adalah cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan tanah airnya sebagai Negara kepulauan dengan semua aspek kehidupan yang beragam. Dalam GBHN 1998, Wawasan Nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya, dengan dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Menurut kelompok kerja Wawasan Nusantara untuk diusulkan menjadi Tap. MPR, yang dibuat Lemhannas tahun 1999, Wawasan Nusantara adalah “Cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang serba beragam dan bernilai strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara untuk mencapai tujuan nasional.” Etimologi Wawasan Nusantara Sementara itu, secara etimologis atau berdasarkan asal-usul katanya, Wawasan Nusantara berasal dari kata “wawasan” dan “nusantara”. Wawasan berasal dari kata “wawas” bahasa Jawa yang berarti pandangan, tinjauan, dan penglihatan indrawi. Jadi, wawasan adalah pandangan, tinjauan, penglihatan, tanggap indrawi. Sementara itu, Nusantara berasal dari kata “nusa” dan “antara”. “Nusa” artinya pulau atau kesatuan kepulauan. “Antara” artinya menunjukkan letak antara dua unsur. Dengan demikian, Nusantara adalah kesatuan kepulauan yang terletak antara dua benua, yaitu benua Asia dan Australia, dan dua samudra, yaitu samudra Hindia dan Pasifik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa arti Wawasan Nusantara adalah cara melihat atau memandang secara utuh kepulauan yang terletak di antara dua benua, yakni Asia dan Australia serta dua samudra, yaitu samudra Hindia dan Pasifik yang tak lain adalah Indonesia. Hakikat Wawasan Nusantara Hakikat Wawasan Nusantara adalah keutuhan nusantara dalam pengertian cara pandang yang selalu utuh menyeluruh dalam lingkup nusantara demi kepentingan nasional Tim Kemdikbud, 2017, hlm. 205. Artinya, setiap warga masyarakat dan aparatur negara harus berpikir, bersikap, dan bertindak secara utuh menyeluruh demi kepentingan bersama dari bangsa dan negara Indonesia. Bahkan, bukan hanya warga dan aparatur negara saja yang harus bersikap dan bertindak secara utuh demi kepentingan bersama. Akan tetapi produk yang dihasilkan oleh berbagai lembaga Negara juga harus dalam lingkup kebersamaan dan demi kepentingan bangsa dan negara Indonesia tanpa menghilangkan kepentingan lainnya, seperti kepentingan daerah, golongan, dan perorangan. Perihal ini juga dibahas dalam GBHN yang menyebutkan bahwa hakikat Wawasan Nusantara diwujudkan dengan menyatakan kepulauan nusantara sebagai satu kesatuan politik, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan keamanan. Asas Wawasan Nusantara Menurut Tim Kemdikbud 2017, hlm. 206 Asas Wawasan Nusantara adalah ketentuan dan kaidah dasar yang harus dipatuhi, ditaati, dipelihara serta senantiasa diciptakan dan diterapkan agar pembentuk bangsa Indonesia tetap setia dan taat terhadap kesepakatan bersama. Asas-asas Wawasan Nusantara tersebut adalah sebagai berikut. Kepentingan yang sama Kepentingan dan tujuan kita semua sama, yakni tercapainya kesejahteraan dan rasa aman yang lebih baik dari sebelumnya. Keadilan Yakni kesesuaian dan kesetaraan pembagian hasil dengan adil, jerih payah, dan kegiatan baik perorangan, golongan, kelompok maupun daerah. Kejujuran Jujur berarti berani berpikir, bersikap, berkata, dan bertindak sesuai realita serta ketentuan yang benar biarpun realita atau ketentuan itu pahit dan kurang enak didengarnya. Solidaritas Diperlukan rasa senasib, mau memberi, dan berkorban bagi orang lain tanpa meninggalkan ciri dan karakter budaya masing-masing. Kerja sama Dibutuhkan adanya koordinasi, saling pengertian yang didasarkan atas kesetaraan sehingga kerja kelompok, baik kelompok kecil maupun besar dapat mencapai sinergi yang lebih baik. Kesetiaan terhadap kesepakatan bersama Kesepakatan yang dimaksud adalah kesepakatan untuk menjadi bangsa dan mendirikan negara Indonesia yang dimulai, dicetuskan, dan dirintis oleh Boedi Oetomo Tahun 1908, Sumpah Pemuda Tahun 1928, dan Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945. Jika berbagai asas Wawasan Nusantara di atas diabaikan, komponen pembentuk kesepakatan bersama akan melanggar kesepakatan bersama tersebut yang berarti tercerai berainya bangsa dan negara Indonesia. Mengapa kita perlu menerapkan asas tersebut untuk menjaga keutuhan bangsa? Berikut adalah jawaban dan penjelasannya. Fungsi Wawasan Nusantara Wawasan nusantara sangat penting untuk menumbuhkan semangat kebersamaan dan cinta keanekaragaman dalam prinsip yang membuat kita memiliki satu pandangan, yakni memandang bangsa Indonesia sebagai satu kesatuan wilayah, ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, dan hankam pertahanan dan keamanan. Selain itu, dalam Tim Kemdikbud 2017, hlm. 208 F\fungsi wawasan nusantara adalah sebagai pedoman, motivasi, dorongan, serta rambu-rambu dalam menentukan segala kebijaksanaan, keputusan, tindakan, dan perbuatan bagi penyelenggaraan negara di tingkat pusat dan daerah maupun bagi seluruh rakyat Indonesia dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Kedudukan Wawasan Nusantara Wawasan Nusantara bagi bangsa Indonesia merupakan ajaran yang diyakini kebenarannya oleh seluruh rakyat Indonesia agar tidak terjadi penyesatan atau penyimpangan dalam upaya mewujudkan cita-cita dan tujuan nasional. Dengan demikian, kedudukan Wawasan Nusantara adalah ajaran dan landasan visional dalam menyelenggarakan kehidupan nasional agar cita-cita dan tujuan nasional bangsa terwujud. Tujuan Wawasan Nusantara Tujuan wawasan nusantara adalah mewujudkan nasionalisme yang tinggi di segala aspek kehidupan rakyat Indonesia yang lebih mengutamakan kepentingan nasional daripada kepentingan individu, kelompok golongan, suku bangsa atau daerah Tim Kemdikbud, 2017, hlm. 209. Berbagai kepentingan tersebut tetap dihormati, diakui, dan dipenuhi selama tidak bertentangan dengan kepentingan nasional atau kepentingan masyarakat. Nasionalisme yang tinggi di segala bidang merupakan ciri dari makin meningkatnya rasa, paham, dan semangat kebangsaan dalam jiwa bangsa Indonesia sebagai hasil pemahaman dan penghayatan Wawasan Nusantara demi tercapainya tujuan nasional. Aspek Trigatra dan Pancagatra dalam Wawasan Nusantara Wawasan nusantara merupakan suatu konsep dalam cara pandang dan pengaturan yang mencakup segenap kehidupan bangsa yang dinamakan astagatra, yang meliputi aspek alamiah trigatra dan aspek sosial pancagatra. Berikut adalah pemaparan dari astagrata dan pancagatra. Aspek Trigatra dalam Wawasan Nusantara Dalam buku PPKN yang disusun oleh Tim Kemdikbud 2017, hlm. 212 di jelaskan aspek trigatra dalam wawasan nusantara meliputi posisi dan lokasi geografis negara, keadaan dan kekayaan alam, dan keadaan dan kemampuan penduduk. Berikut adalah uraian dari masing-masing aspek trigatra menurut Tim Kemdikbud 2017, hlm. 212-213. Lokasi Geografis Negara Indonesia merupakan suatu wilayah kepulauan yang terdiri dari daerah perairan dengan ribuan pulau-pulau di dalamnya. Letak negara kepulauan archipelago terletak antara Benua Asia di sebelah utara dan Benua Australia di sebelah selatan serta Samudra Indonesia di sebelah barat dan Samudra Pasifik di sebelah timur. Keadaan dan Kekayaan Alam Negara Indonesia mempunyai sumber-sumber mineral yang meliputi bahan-bahan galian, mineral, flora, fauna, biji-bijian maupun bahan-bahan galian industri di samping sumber-sumber tenaga lain. Sifat untuk kekayaan alam adalah jumlahnya yang terbatas dan penyebarannya tidak merata. Sehingga menimbulkan ketergantungan dari dan oleh negara dan bangsa lain. Bentuk sumber daya alam ada 2, yaitu sumber daya alam yang dapat diperbarui dan tidak dapat diperbarui. Oleh karena itu, sumber daya alam harus diolah atau dimanfaatkan dengan berprinsip atau asas maksimal, lestari, dan berdaya saing. Asas maksimal, yang artinya sumber daya alam yang dikelola atau dimanfaatkan harus benar-benar menciptakan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat. Asas lestari, yakni pengolahan sumber daya alam tidak boleh menimbulkan kerusakan lingkungan, menjaga keseimbangan alam. Asas berdaya saing, yang berarti hasil-hasil sumber daya alam harus bisa bersaing dengan sumber daya alam negara lain. Keadaan dan Kemampuan Penduduk Penduduk adalah sekelompok manusia yang mendiami suatu tempat atau wilayah. Adapun faktor penduduk yang mempengaruhi ketahanan nasional adalah sebagai berikut. Faktor yang Mempengaruhi Jumlah Penduduk Jumlah penduduk berubah karena kematian, kelahiran, pendatang baru, dan orang yang meninggalkan wilayahnya. Sisi positif dari pertambahan penduduk adalah penambahan angkatan kerja man power dan tenaga kerja labour force. Negatifnya, apabila pertumbuhan penduduk tidak seimbang dengan tingkat pertumbuhan ekonomi, maka kualitas kehidupan penduduk akan memburuk. Faktor yang Mempengaruhi Komposisi Penduduk Komposisi adalah susunan penduduk menurut umur, kelamin, agama, suku bangsa, tingkat pendidikan, dan sebagainya. Susunan penduduk itu dipengaruhi oleh mortalitas, fertilitas, dan migrasi. Faktor yang Mempengaruhi Distribusi Penduduk Distribusi atau penyebaran penduduk yang ideal adalah distribusi yang memenuhi persyaratan kesejahteraan dan keamanan, yakni penyebaran yang merata. Oleh karena itu, pemerintah perlu memberikan kebijakan yang mengatur penyebaran penduduk, misalnya dengan cara transmigrasi, mendirikan pusat-pusat pengembangan growth centers, pusat industri, dsb. Aspek Pancagatra dalam Wawasan Nusantara Dalam buku PPKN yang disusun oleh Tim Kemdikbud 2017, hlm. 212 di jelaskan aspek pancagatra dalam wawasan nusantara adalah aspek sosial kemasyarakatan terdiri dari ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan Ipoleksosbudhankam. Berikut adalah pemaparan aspek-aspek Pancagatra menurut Tim Kemdikbud 2017, hlm. 215-218. Ideologi Ideologi suatu negara diartikan sebagai guiding of principles atau prinsip yang dijadikan dasar bimbingan suatu bangsa. Ideologi juga dapat diartikan sebagai pengetahuan dasar atau cita-cita. Ideologi merupakan konsep mendalam mengenai kehidupan yang didambakan serta diperjuangkan dalam kehidupan nyata. Dalam memperjuangkan ideologi, berikut adalah prinsip-prinsip strategi pembinaan ideologi yang harus diperhatikan. Ideologi harus diaktualisasikan dalam bidang kenegaraan oleh WNI. Sebagai perekat pemersatu, ideologi harus ditanamkan pada seluruh WNI. Ideologi harus dijadikan panglima, bukan sebaliknya. Aktualisasi ideologi dikembangkan kearah keterbukaan dan kedinamisan. Ideologi Pancasila mengakui keaneragaman dalam hidup berbangsa dan dijadikan alat untuk menyejahterakan dan mempersatukan masyarakat. Kalangan elit eksekutif, legislatif, dan yudikatif harus harus mewujudkan cita-cita bangsa dengan melaksanakan GBHN dengan mengedepankan kepentingan bangsa. Menyosialisasikan kepada seluruh warga Indonesia bahwa Pancasila adalah ideologi humanis, religius, demokratis, nasionalis, dan berkeadilan. Politik Politik diartikan sebagai asas, haluan, atau kebijaksanaan yang digunakan untuk mencapai tujuan dan kekuasaan. Kehidupan politik dapat dibagi ke dalam dua sektor yaitu sektor masyarakat yang memberikan masukan input dan sektor pemerintah yang berfungsi sebagai keluaran output. Upaya bangsa Indonesia untuk meningkatkan ketahanan di bidang politik adalah upaya mencari keseimbangan dan keserasian antara keluaran dan masukan berdasarkan Pancasila yang merupakan pencerminan dari demokrasi Pancasila. Ekonomi Kegiatan ekonomi adalah seluruh kegiatan pemerintah dan masyarakat dalam mengelola faktor produksi dan distribusi barang dan jasa untuk kesejahteraan rakyat. Upaya meningkatkan ketahanan ekonomi adalah upaya meningkatkan kapasitas produksi dan kelancaran barang dan jasa secara merata ke seluruh wilayah negara. Upaya untuk menciptakan ketahanan ekonomi adalah melalui sistem ekonomi yang diarahkan untuk kemakmuran rakyat. Ekonomi kerakyatan harus menghindari free fight liberalism, etatisme, dan tidak membenarkan adanya monopoli. Sosial Budaya Dalam hal ini, sosial budaya dapat diartikan sebagai kondisi dinamika budaya bangsa yang berisi keuletan untuk mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi ancaman, tantangan, halangan, dan gangguan ATHG. Ketahanan budaya merupakan pengembangan sosial budaya di mana setiap warga masyarakat dapat mengembangkan kemampuan pribadi dengan segenap potensinya berdasarkan nilai-nilai Pancasila. Pertahanan dan Keamanan Ketahanan di bidang keamanan adalah ketangguhan suatu bangsa dalam upaya bela negara, di mana seluruh IPOLEKSOSBUDHANKAM disusun, dikerahkan secara terpimpin, terintegrasi, terorganisasi untuk menjamin terselenggaranya Sistem Ketahananan Nasional. Prinsip-prinsip Sistem Ketahanan Nasional antara lain adalah sebagai berikut. Bangsa Indonesia cinta damai tetapi lebih cinta kemerdekaan. Pertahanan keamanan berlandasan pada landasan ideal Pancasila, landasan konstitusional UUD 1945, dan landasan visional wawasan nusantara. Pertahanan keamanan negara merupakan upaya terpadu yang melibatkan segenap potensi dan kekuatan nasional. Pertahanan dan keamanan diselenggarakan dengan sistem pertahanan dan keamanan nasional Sishankamnas dan sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta Sishankamrata. Hubungan Antargatra Antara trigatra dan pancagatra serta antargatra terdapat hubungan timbal balik erat yang dinamakan korelasi dan interdependensi yang artinya adalah sebagai berikut. Ketahanan nasional pada hakikatnya bergantung kepada kemampuan bangsa dan negara di dalam mendayagunakan secara optimal gatra alamiah trigatra sebagai modal dasar untuk penciptaan kondisi dinamis yang merupakan kekuatan dalam penyelenggaraan kehidupan nasional pancagatra. Secara holistik, pengertian ketahanan nasional adalah suatu tatanan yang utuh, menyeluruh dan terpadu, di mana terdapat saling hubungan antar gatra di dalam keseluruhan kehidupan nasional astagatra. Kelemahan di salah satu gatra dapat mengakibatkan kelemahan di gatra lain dan mempengaruhi kondisi secara keseluruhan sebaliknya kekuatan dari salah satu atau beberapa gatra dapat didayagunakan untuk memperkuat gatra lainnya yang lemah, dan mempengaruhi kondisi secara keseluruhan. Ketahanan nasional Indonesia bukan merupakan suatu penjumlahan ketahanan segenap gatranya, melainkan suatu resultante keterkaitan yang integratif dari kondisi-kondisi dinamik kehidupan bangsa di bidang-bidang ideologi, politik, ekonomi, social budaya, pertahanan dan keamanan. Peran Serta Warga Negara Mendukung Implementasi Wawasan Kebangsaan Warga Negara dapat mendukung dan berperan serta dalam Implementasi Wawasan Nusantara yang senantiasa berorientasi pada kepentingan rakyat dan wilayah tanah air secara utuh dan menyeluruh dengan cara sebagai berikut. Mendukung persatuan bangsa. Berkemanusiaan yang adil dan beradab. Mendukung kerakyatan yang mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan individu atau golongan. Mendukung upaya untuk mewujudkan suatu keadilan sosial dalam masyarakat. Mempunyai kemampuan berfikir, bersikap rasional, dan dinamis, berpandangan luas sebagai intelektual. Mempunyai wawasan kesadaran berbangsa dan bernegara untuk membela negara yang dilandasi oleh rasa cinta tanah air. Berbudi pekerti luhur, berdisiplin dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Memanfaatkan secara aktif ilmu pengetahuan, teknologi dan seni untuk kepentingan kemanusiaan, berbangsa dan bernegara. Mewujudkan kepentingan nasional. Memelihara dan memperbaiki demokrasi. Mengembangkan IPTEK yang dilandasi iman dan takwa. Menciptakan kerukunan umat beragama. Memiliki informasi dan perhatian terhadap kebutuhan-kebutuhan masyarakat. Menjunjung tinggi hukum dan pemerintahan. Menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan sekitar. Merubah budaya negatif yang dapat menciptakan perselisihan. Mengembangkan kehidupan masyarakat menuju ke arah yang lebih baik. Memelihara nilai-nilai positif hidup rukun, gotong-royong, dll dalam masyarakat. Referensi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2017. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan SMA/MA/SMK/MAK Kelas X. Jakarta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Selamat datang di web digital berbagi ilmu pengetahuan. Kali ini PakDosen akan membahas tentang Ketahanan Nasional? Mungkin anda pernah mendengar kata Ketahanan Nasional? Disini PakDosen membahas secara rinci tentang pengertian, ciri, asas, fungsi, sifat dan tujuan. Simak Penjelasan berikut secara seksama, jangan sampai ketinggalan. Pengertian Ketahanan Nasional Ketahanan nasional ialah keadaan hidup suatu bangsa yang melingkupi semua kehidupan nasional yang terpadu, mengandung ketekunan dan ketahanan yang menyimpan keterampilan memajukan ketahanan nasional, dalam melawan dan menyelesaikan seluruh intikad, intimidasi, halangan dan rintangan, baik yang datang dari dalam dan luar, untuk melindungi identitas dan kesinambungan hidup bangsa dan Negara dan perjuangan menggapai tujuan nasional. Di Indonesia, ketahanan nasional dilihat lebih memadai dengan semangat sejarah perjuangan bangsa Indonesia yang berabad-abad sukses melindungi kesinambungan hidupnya menjadi sebuah bangsa. Yang dimaksud dengan semangat perjuanagna bangsa Indonesia ialah semangat perjuangan bangsa indonesia dari masa penjajahan Belanda, penjajahan Jepang, PKI, orde lama, orde baru dan seterusnya. Ciri Ciri Ketahanan Nasional Berikut ini terdapat beberapa ciri ciri ketahanan nasional, yakni sebagai berikut Landasan pada prosedur astagrata, beberapa faktor kehidupan nasional terlihat dalam penataan astagarata yang terdiri atas 3 faktor alami yakni geografi, kekayaan alam, dan masyarakat dan 5 faktor kemasyarakatan yakni filsafat, ketatanegaraan, ekonomi, masyarakat budaya, dan pertahanan keamanan. berpegang pada pemahaman nasional Ialah peraturan hakiki bagi negara berkembang Dipokokkan untuk melindungi kesinambungan hidup dan menumbuhkan kehidupan Untuk melawan dan menanggulangi provokasi, intimidasi, rintangan dan halangan baik dari luar maupun dalam Sebagai melindungi yang ditujukan secara terang-terangan untuk menjaga kedamaian dan ketenteraman Asas Ketahanan Nasional Berikut ini terdapat beberapa asas ketahanan nasional, yakni sebagai berikut Asas Kedamaian dan Ketenteraman Asas kesejahteraan dan keamanan ialah kepentingan undang-undang dan wajib dipenuhi bagi setiap perorangan maupun kelompok yang merupakan standar positif maupun negatif ketahanan nasional. Asas Komprehensif Integral Ketahanan nasional melingkupi semua faktor kehidupan yang berhubungan dengan tatanan persatuan dan kombinasi secara harmonis, sepadan dan terpadu. Asas Mawas ke dalam dan Mawas Keluar Mawas ke dalam bermaksud untuk mengembangkan karakter dan tingkah laku kehidupan nasional menurut nilai otonomi dan menumbuhkan status otonomi bangsa. Sementara mawas keluar ialah dalam bentuk memperkirakan, melawan dan menanggulangi efek lingkungan vital luar negeri. Asas kekeluargaan Asas kekeluargaan berjiwa perilaku hidup yang diliputi keseimbangan, solidaritas, keselarasan, bantu-membantu, toleransi dan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Asas kekeluargaan membenarkan adanya pertentangan dan terlindung dari konflik yang memecah belah. Fungsi Ketahanan Nasional Berikut ini terdapat beberapa fungsi ketahanan nasional, yakni sebagai berikut Menjadi akidah dasar nasional untuk mengamankan kejadian norma pikir, norma sikap, norma tindak dan norma kerja dalam mengelompokkan tahap bangsa baik yang berupa inter kedaerahan, inter area maupun multi ketertiban. Menjadi norma dasar pengembangan nasional, yang pada pokok ketahanan nasional ini ialah pedoman dan panduan pembangunan nasional di seluruh bagian dan bidang pembangunan secara teratur yang dilakukan sebanding dengan konsep program. Menjadi pola pembaharuan kehidupan nasional ialah suatu pola yang komplet yang meliputi semua faktor dalam kehidupan negara yang disebut dengan astagatra yang terdiri atas faktor alami contohnya kekayaan alam, bermasyarakat dan geografi serta faktor masyarakat budaya misalnya filsafat, ketatanegaraan, masyarakat budaya dan pertahanan serta keamanan. Sifat Ketahanan Nasional Berikut ini terdapat beberapa sifat ketahanan nasional, yakni sebagai berikut Mandiri, bermaksud berkeyakinan pada ketangguhan dan ketahanan sendiri serta tidak mungkin angkat tangan. Dinamis, bermaksud tidak konsisten, fluktuatif, bersandar, status dan keadaan bangsa dan negera serta lingkungan taktis. Wibawa, bermaksud bertambah tinggi kualitas ketahanan nasional, kemudian akan bertambah tinggi wibawa negara dan instansi menjadi pelaksana kehidupan nasional. Konsultasi dan Kerja Sama, bermaksud terdapat bentuk saling menghormati dengan menggantungkan kemampuan budi pekerti dan perilaku bangsa. Tujuan Ketahanan Nasional Terdapat tujuan ketahanan nasional Indonesia dalam Undang-Undang Dasar 1945 paragraf ke-4 pembukaan yakni menjaga sepenuh bangsa dan semua tumpah darah Indonesia dan untuk mengembangkan ketenteraman umum, berpendidikan kehidupan bangsa dan serta mengerjakan disiplin dunia yang berdasarkan kemerdekaan dan pemufakatan dan keadilan sosial. Contoh Ketahanan Nasional 1. Menegakkan Hukum Yang Berlaku Dengan penegakan hukum yang kuat, kita akan bisa menjaga ketahanan nasional, terutama dari ancaman-ancaman dalam negeri. Jika hukum sudah ditegakkan tanpa pandang bulu, maka seluruh rakyat akan bisa menjadi lebih taat hukum. Dengan demikian, lingkungan akan menjadi lebih aman dan terjaga dari hal-hal yang berbahaya bagi keamanan negara. 2. Memperkuat Karakter Generasi Muda Di zaman modern seperti saat ini, globalisasi yang terjadi membuat begitu banyak kebudayaan dan tren dari luar negeri begitu mudah masuk ke negara kita. Kebudayaan dan tren tersebut dengan gencar mempengaruhi para generasi muda, padahal tidak semua kebudayaan dan tren tersebut sesuai dengan peraturan dan norma yang berlaku di negara kita. Serangan kebudayaan dan tren yang bisa merusak generasi muda ini bisa mengganggu ketahanan nasional kita. Oleh karena itu, memperkuat karakter generasi muda merupakan salah satu contoh ketahanan nasional yang bisa kita lakukan dan usahakan dalam kehidupan sehari-hari agar generasi muda bisa lebih bijak menghadapi dampak globalisasi yang ada 3. Menjaga Keamanan Lingkungan Hal pertama yang menjadi contoh nyata ketahanan nasional dalam kehidupan sehari-hari adalah dengan menjaga keamanan lingkungan. Hal ini bisa dilakukan misalnya dengan melaporkan kepada ketua RT atau RW setempat jika ada hal-hal yang mencurigakan di lingkungan tersebut. Dengan melaporkan hal-hal mencurigakan, kita bisa melakukan pencegahan dari terjadinya tindak kejahatan yang tidak diinginkan, seperti pencurian, pemerasan, perampokan, dan lain-lain. Tidak hanya itu, kita juga bisa melaporkan kepada ketua RT jika ada tamu yang menginap di tempat kita. Tindakan seperti ini bisa mencegah adanya kecurigaan dari tetangga di sekitar rumah serta mengantisipasi jika ada hal-hal di luar keinginan yang terjadi. Demikian Penjelasan Materi Tentang Ketahanan Nasional Pengertian, Ciri, Asas, Fungsi, Sifat dan Tujuan Semoga Materinya Bermanfaat Bagi Siswa-Siswi Ketahanan nasional adalah suatu kebutuhan yang harus dimiliki oleh sebuah negara. Ketahanan nasional ini harus terus hidup dan senantiasa dibina secara terus menerus secara sinergis. Apa sajakah contoh ketahanan nasional tersebut? Di artikel kali ini kita akan membahas lebih jauh mengenai ketahanan nasional beserta contoh-contohnya yang secara nyata ada di kehidupan sehari-hari kita. Simak terus, ya!Ketahanan nasional memiliki sifat dinamis yang terdiri dari ketangguhan serta keuletan untuk mengembangkan kekuatan nasional. Sifat ketahanan nasional ini berguna untuk menghadapi berbagai bentuk ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan, baik yang datang dari dalam maupun luar. Tujuan ketahanan nasional adalah untuk menjaga kesejahteraan dan keamanan seluruh aspek kehidupan nasional secara utuh. Secara konstitusional, ketahanan nasional adalah sebuah kondisi yang dinamis dari bentuk integritas kondisi setiap aspek kehidupan bangsa dan negara. Namun, pada hakikatnya ketahanan nasional adalah kemampuan dan ketangguhan bangsa untuk bisa menjamin kelangsungan hidupnya untuk mencapai kejayaan bangsa dan dari beragam pengertian dari ketahanan nasional, ketahanan nasional ini harus selalu dibina secara sinergis. Seluruh bagian dari masyarakat, mulai dari lingkungan terkecil yaitu seorang individu, keluarga, masyarakat, bangsa hingga negara, harus memiliki modal keuletan dan ketangguhan untuk mengembangkan kekuatannya. Semua itu bisa diwujudkan dalam bentuk perjuangan secara fisik maupun non-fisik. Berikut ini adalah contoh ketahanan nasional yang bisa kita temukan dalam kehidupan sehari-hariMenjaga Keamanan LingkunganHal pertama yang menjadi contoh nyata ketahanan nasional dalam kehidupan sehari-hari adalah dengan menjaga keamanan lingkungan. Hal ini bisa dilakukan misalnya dengan melaporkan kepada ketua RT atau RW setempat jika ada hal-hal yang mencurigakan di lingkungan tersebut. Dengan melaporkan hal-hal mencurigakan, kita bisa melakukan pencegahan dari terjadinya tindak kejahatan yang tidak diinginkan, seperti pencurian, pemerasan, perampokan, dan lain-lain. Tidak hanya itu, kita juga bisa melaporkan kepada ketua RT jika ada tamu yang menginap di tempat kita. Tindakan seperti ini bisa mencegah adanya kecurigaan dari tetangga di sekitar rumah serta mengantisipasi jika ada hal-hal di luar keinginan yang Ronda Malam Di Lingkungan Masing-masingRonda malam mungkin merupakan rutinitas yang telah lama dijalankan di lingkungan sekitar kita sebagai usaha menjaga ketahanan nasional dari lingkungan terkecil. Pelaksanaan ronda malam secara rutin bisa menjaga keamanan lingkungan dan menjadi implementasi nyata dari ketahanan Geopolitik Dan GeografisKita semua tahu bahwa Indonesia merupakan negara kepulauan, dimana setiap pulaunya memiliki keunikan tersendiri baik dari segi wilayah, budaya, hingga adat istiadat yang berbeda. Dengan kondisi itulah kita membutuhkan ketahanan nasional untuk menjaga keamanan seluruh wilayah Indonesia dan melahirkan adanya geopolitik dan geografis. Geopolitik adalah sebuah kebijakan negara dalam memperhitungkan posisi geografis, sedangkan geografis adalah pelaksanaan dari geopolitik. Untuk itu, kita perlu mengetahui meningkatkan wawasan nusantara karena terdapat kebutuhan akan wawasan nusantara sebagai geopolitik Indonesia. Dengan hal ini kita bisa lebih sesuai dalam menjaga wilayah Indonesia yang luas dan terdiri dari banyak pulau demi menjaga ketahanan LingkunganTidak hanya wilayah yang sangat luas, Indonesia juga sangat kaya akan sumber daya alam. Setiap wilayah Indonesia pun memiliki kekayaan alam yang berbeda-beda. Ada satu wilayah yang sangat kaya akan pertambangan, ada wilayah lain yang sangat kaya akan hasil perikanan, hingga wilayah yang lain lagi menghasilkan hasil bumi berupa pertanian yang sangat subur. Maka, dalam hal ini kita juga perlu melakukan pengelolaan lingkungan agar kekayaan alam yang dimiliki bisa dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia dan dimanfaatkan secara optimal. Pemanfaatan kekayaan alam yang optimal artinya pemanfaatan kekayaan alam secara maksimal, lestari dan berdaya saing. Dengan demikian, diharapkan kekayaan alam yang dikelola dengan baik bisa memberi manfaat bagi pembangunan nasional secara berkesinambungan sehingga ketahanan nasional pun juga bisa lebih Masalah KependudukanBisa menangani masalah kependudukan juga merupakan salah satu contoh ketahanan nasional. Jumlah penduduk yang besar merupakan sebuah kekuatan nasional, bahkan dipandang sebagai modal dasar pembangunan nasional. Akan tetapi, jika jumlah penduduk yang besar ini tidak dikelola dengan baik, bukan tidak mungkin akan justru menimbulkan masalah bagi negara. Masalah yang bisa muncul, misalnya, pengangguran, kepadatan penduduk, aksi kekerasan, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, pengelolaan kependudukan yang tepat sangat mengendalikan dan menangani masalah kependudukan, kita bisa menjaga agar penduduk yang menjadi modal pembangunan nasional tersebut tetap berkualitas dan memiliki daya saing, terutama untuk mendukung agar Indonesia menjadi negara yang maju. Dengan demikian, Indonesia akan bisa memiliki ketahanan nasional yang lebih kuat, terutama dalam menghadapi gempuran tenaga kerja asing yang saat ini begitu keras menyerang negara Kebudayaan NasionalContoh ketahanan nasional berikutnya adalah tentang semangat kita untuk menjaga kebudayaan nasional dengan selalu melestarikan kebudayaan yang kita miliki. Hal ini bisa tercermin dari bagaimana kita bereaksi ketika kebudayaan kita diklaim oleh negara lain. Kita akan berusaha untuk membela bahwa kebudayaan tersebut adalah kebudayaan asli negara kita. Tidak hanya itu, kita juga tidak malu mengenalkan kebudayaan kita kepada dunia dan menjadikan kebudayaan tersebut sebagai salah satu identitas nasional negara kita yang memiliki peran-peran identitas nasional bagi kemajuan bangsa Karakter Generasi MudaDi zaman modern seperti saat ini, globalisasi yang terjadi membuat begitu banyak kebudayaan dan tren dari luar negeri begitu mudah masuk ke negara kita. Kebudayaan dan tren tersebut dengan gencar mempengaruhi para generasi muda, padahal tidak semua kebudayaan dan tren tersebut sesuai dengan peraturan dan norma yang berlaku di negara kita. Serangan kebudayaan dan tren yang bisa merusak generasi muda ini bisa mengganggu ketahanan nasional kita. Oleh karena itu, memperkuat karakter generasi muda merupakan salah satu contoh ketahanan nasional yang bisa kita lakukan dan usahakan dalam kehidupan sehari-hari agar generasi muda bisa lebih bijak menghadapi dampak globalisasi yang Hukum Yang BerlakuDengan penegakan hukum yang kuat, kita akan bisa menjaga ketahanan nasional, terutama dari ancaman-ancaman dalam negeri. Jika hukum sudah ditegakkan tanpa pandang bulu, maka seluruh rakyat akan bisa menjadi lebih taat hukum. Dengan demikian, lingkungan akan menjadi lebih aman dan terjaga dari hal-hal yang berbahaya bagi keamanan Kerja Sama Luar NegeriTidak banyak menjaga dari ancaman dalam negeri, ketahanan nasional juga harus dilakukan untuk menjaga negara dari ancaman luar negeri. Salah satu contoh ketahanan nasional dalam hal ini adalah ketahanan pada aspek politik luar negeri. Hal ini bisa dilakukan dengan cara meningkatkan kerja sama internasional yang saling menguntungkan antar negara, sepertikerjasama internasional di bidang politik. Hal ini bisa meningkatkan citra positif Indonesia di mata dunia. Kerja sama internasional bisa dilakukan sesuai dengan potensi yang dimiliki dan kepentingan politis apa yang dimiliki. Untuk itu, kita harus mengikuti segala perkembangan, perubahan dan gejolak yang terjadi di dunia internasional serta mengkajinya, termasuk beragam faktor yang mempengaruhi perkembangan politik nasional. Hal ini juga berguna untuk melindungi kepentingan Indonesia dari kegiatan diplomasi negatif negara lain dan menjaga hak-hak warga negara Indonesia yang tinggal di luar Sistem PerekonomianPemerintah harus mengatur melalui perundang-undangan terkait perekonomian negara, terutama yang menyangkut cabang-cabang produksi yang menguasai hajat hidup orang banyak. Contohnya adalah pemanfaatan bumi, air, dan segala kekayaan alam lain yang terkandung di dalamnya seperti pertambangan, minyak dan lain sebagainya. Hal ini berguna untuk menjamin pemerataan manfaat oleh seluruh rakyat dan menjamin agar kemakmuran rakyat tetap diprioritaskan dibandingkan kemakmuran orang-orang atau kelompok tertentu. Pemerintah hendaknya mencegah penguasaan cabang produksi yang menyangkut hajat hidup umum ada di tangan segelintir penguasa saja yang bisa menyebabkan tertindasnya masyarakat pembahasan di atas, kita bisa mengetahui bahwa ada begitu banyak contoh ketahanan nasional. Sejatinya ketahanan nasional ini terdiri dari dua aspek, yaitu aspek alamiah dan aspek sosial. Kedua aspek ini saling berkaitan dan mempengaruhi dalam menjaga ketahanan nasional. Apabila salah satu aspek ketahanan nasional lemah, bisa menyebabkan aspek ketahanan nasional lainnya juga melemah. Maka, yang perlu kita lakukan adalah memperkuat seluruh aspek ketahanan nasional agar bisa menciptakan ketahanan nasional yang kuat secara contohnya, apabila aspek politik, ekonomi, sosial-budaya dan pertahanan-keamanan baik, maka hampir bisa dipastikan ketahanan nasional terjaga dengan baik. Hal itu juga akan menentukan kelangsungan hidup bangsa dan pencapaian tujuan nasional. Sebagai contoh lainnya, jika aspek ideologi, ekonomi, sosial-budaya, pertahanan-keamanan baik, maka kehidupan politik di negara tersebut berjalan dengan mantap dan dinamis berlandaskan ideologi negara yang kokoh. Tidak hanya itu, iklim ekonomi pun kondusif dan demikian halnya iklim sosial-budaya dan pertahanan-keamanan. Dengan demikian, negara akan mampu menciptakan suasana yang aman dan tentram di segala sisi ketahanan nasional di atas mungkin memang hanya segelintir dari begitu banyaknya contoh lain yang bisa kita temukan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, semoga dengan contoh ketahanan nasional yang telah dipaparkan, kita bisa lebih memahami mengenai apa itu ketahanan nasional dan bagaimana kita harus menjaganya. Semoga artikel ini bermanfaat, ya! Daftar isi1. Asas Kesejahteraan dan Keamanan2. Asas Komprehensif Integral atau Menyeluruh Terpadu3. Asas Mawas ke Dalam dan Mawas ke Luar4. Asas KekeluargaanKetahanan nasional adalah kemampuan dan ketangguhan dari sebuah negara dalam melangsungkan kehidupan bangsa dan negaranya. Sedangkan azas ketahanan nasional merupakan sebuah kode etik yang berdasarkan pada nilai-nilai hukum yang tercantum dalam pancasila dan UUD 1945 dan juga persepsi nasional. Asas ketahanan nasional tersebut antara lain1. Asas Kesejahteraan dan KeamananKesejahteraan dan keamanan merupakan kebutuhan dasar sekaligus menjadi yang terpenting untuk kehidupan masyarakat baik secara individu maupun kelompok, bangsa, dan negara. Kedua hal ini saling berkaitan satu sama lain dan tidak dapat dipisahkan sebab pada pelaksanaanya kesejahteraan adalah titik fokus namun tetap harus memperhatikan dan keamanan merupakan parameter dasar untuk tingkat keamanan sebuah bangsa atau negara. Untuk mencapai kedua hal tersebut negara dapat membentuk lembaga-lembaga yang bertugas sebagai berikutMemanfaatkan diplomasi untuk mengisolasi ancaman;Menggunakan kekuatan ekonomi untuk melakukan bekerja sama;Menggunakan layanan intelijen untuk mendeteksi ancaman dan menjaga rahasia negaraMelindungi angkatan bersenjata yang efektif;Membentuk pertahanan sipil;Melindungi kebudayaan Asas Komprehensif Integral atau Menyeluruh TerpaduAsas komprehensif integral artinya mencakup keseluruhan aspek kehidupan bangsa dan negara secara utuh yang merupakan bagian dari sistem kehidupan nasional. Seluruh aspek kehidupan tersebut disusun menjadi bentuk persatuan dan kesatuan yang seimbang, serasi, serta selaras dengan segala aspek kehidupan bernegara, berbangsa, dan Asas Mawas ke Dalam dan Mawas ke LuarSistem kehidupan nasional merupakan seluruh aspek kehidupan negara yang saling berinteraksi dengan selaras dan terpadu. Interaksi tersebut membawa dampak positif dan juga negatif, oleh karenanya diperlukan mawas baik kedalam maupun mawas ke luar agar dapat menghadapi segala dampak yang mungkin ke DalamMawas ke dalam adalah suatu sikap hati-hati atau waspada terhadap situasi negara yang tidak diinginkan. Dengan mawas ke dalam akan menimbulkan hakikat, sifat-sifat, dan kondisi kehidupan nasional yang berdasar pada kemandirian yang proporsional untuk menciptakan kualitas derajat kemandirian bangsa yang baik serta keuletan dan ketangguhan. Tujuan dari mawas ke dalam adalah untuk mengatasi efek negatif yang ditimbulkan dari lingkungan negara ke LuarMawas keluar artinya sikap waspada terhadap efek negatif yang timbul dari interaksi dengan di luar wilayah strategis negara tersebut. Hal ini bisa menjadikan ketahanan nasional yang lebih realistis dengan interaksi pada masa globalisasi seperti sekarang ini. Oleh sebab itu untuk melindungi kepentingan nasional dan kehidupan nasional harus bisa mengembangkan keamanan negara agar dapat mengatasi dampak negatif. Selain itu negara juga harus mempunyai pemikiran yang jauh ke depan agar tidak terjadi hal-hal yang merugikan maupun yang tidak diinginkan. Maka dalam bekerja sama dengan negara lain harus mendahulukan hal-hal yang dapat mendatangkan Asas KekeluargaanAsas kekeluargaan adalah asas ketahanan negara terdiri dari keadilan, kebersamaan, kesamaan, gotong royong, tenggang rasa dan juga tanggung jawab dalam hubungannya berbangsa dan bernegara. Asas kekeluargaan mengakui adanya perbedaan dan hal tersebut bukanlah menjadi sebuah masalah. Perbedaan ini justru harus dikembangkan secara serasi dalam hubungan kemitraan serta dilindungi agar tidak membawa konflik yang bersifat antagonis sehingga dapat menghancurkan satu sama lain..Dengan adanya asas kekeluargaan, bangsa Indonesia yang terdiri dari masyarakat yang majemuk dapat mewujudkan ketahanan nasional dengan baik. Adapun asas kekeluargaan ini memiliki prinsip-prinsip yang harus dijalankan. Prinsip tersebut antara lainSetiap warga negara Indonesia mempunyai hak dan kewajipan untuk membela serta mempertahan kan kemerdekaan, kedaulatan, keutuhan wilayah negara dan juga keselamatan seluruh bangsa dari segala bentuk bela negara bisa diwujudkan dalam bentuk partisipasi sebagai upaya pertahanan negara. Hal tersebut adalah tanggung jawab dan kehormatan bagi seluruh warga Indonesia cinta damai, namun mereka lebih mencintai kemerdekaan dan Indonesia menentang penjajahan dalam bentuk apapun dan menganut politik bebas aktif dengan berbagai bentuk perwujudan partisipasi politik bebas aktif untuk mencapai perdamaian mempunyai bentuk pertahanan semesta yang artinya memerlukan keterlibatan semua rakyat, seluruh sumber daya nasional, sarana dan prasarana nasional, serta seluruh wilayah negara sebagai sebuah kesatuan negara disusun atas dasar emokrasi, hak asasi manusia, kesejahteraan umum, lingkungan hidup, ketentuan hukum internasional, hukum internasional dan juga kebiasaan internasional. Selain itu, pertahanan negara juga dilandaskan pada prinsip hidup berdampingan dengan damai serta fokus pada kondisi Indonesia yang secara geografis merupakan negara kepulauan yang merepresentasikan kondisi geopolitik indonesia.

contoh asas kesejahteraan dan keamanan